Suku kajang kini makin tergusur

Sahabat khatulistiwa setelah kemarin saya menuliskan makna sebuah kesederhanaan dari suku kajang, kali ini saya menuliskan sedikit perkembangan suku kajang sekarang. Suku kajang saat ini terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian suku kajang hidup diluar hutan, yang sekarang akrab disebut suku kajang luar. Suku kajang luar menjadi sebutan bagi suku kajang yang tinggal diluar hutan, walaupun diluar sana mereka masih hidup dirumah – rumah panggung, akan tetapi mereka sudah terbiasa dengan peralatan – peralatan modern. Mereka pun sekarang sudah tidak pakai pakaian serba hitam. Meraka sekarang membaur dengan masyarakat sekitar. Kelompok satunya lagi adalah suku kajang dalam, yang masih tetap bertahan didalam hutan.

Dalam beberapa tahun belakangan suku kajang dalam makin tergusur dari tanah leluhurnya. Peristiwa 21 Juli 2003 menjadi puncaknya konflik suku kajang melawan perusahaan perkebunan PT. London Sumatera ( kebun karet ). Tiba – tiba suku kajang diserang oleh sekelompok oknum aparat. Kini meraka tidak bisa hidup aman lagi. Rumah – rumah mereka dirusak, dibakar…sebagian warga suku kajang lari ke desa – desa dikabupaten lainnya. Sebagian juga lagi ke Makassar, menjadi kuli bangunan dan ada juga yang menjadi tukang becak. Bahkan sebagian ada yang lari ke Malaysia, dan tidak diketahui lagi nasibnya sekarang.

Kepala suku kajang, Ammatoa sangat prihatin dengan nasib para warganya. Dan merasa sangat tersinggung, karena suku kajang terusir dari tanah leluhurnya sendiri. Ammatoa juga sangat menginginkan tanah – tanah leluhurnya yang telah dirampas bisa dikembalikan semua. Tetapi keadaaan terbalik, mereka malah dituduh menjadi penyerobot lahan.

Walaupun suku kajang telah memenangkan sengketa tanah leluhur ( 540 hektare ) atas PT. London Sumatera sejak tahun 1990. Akan tetapi mereka tetap merasa tidak nyaman. Persengketaan antara warga suku kajang dengan PT. London Sumatera kembali mencuat. PT. London Sumatera mengerahkan sedikitnya 400 massa dibantu oleh aparat kepolisian dari polres Bulukumba menyerobot dan menggusur warga suku kajang, sedikitnya lima rumah warga dibakar. Seperti berita yang saya kutip dari Harian Umum PELITA

Seperti yang kita ketahui bahwa warga suku kajang telah hidup ratusan tahun yang lalu ditanah leluhur itu. Sedangkan dari data PT. London Sumatera baru berdiri tahun 1906. Dari data tersebut kita bisa tahu, siapa sebenarnya yang menjadi penyerobot. Akankah suku – suku pedalaman di Indonesia terus tergusur dari waktu ke waktu. Siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini…entahlah..

15 Responses to “Suku kajang kini makin tergusur”

  1. abrus says:

    Terkadang kita sedih melihat kenyataan yang ‘tidak adil … kok ‘sang pemilik yg turun temurun hidup disitu – jadi jadi tergusur? πŸ™

  2. darahbiroe says:

    kesenjangan sosial yang semakin jauh jaraknya hikz hikz

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    terimakasih
    πŸ˜€

    • Mr, Kem says:

      @ Darahbiroe : Betul mas…makin jauh banget…tapi sebenarnya bagi mereka tidak masalah, asal mereka tidak terusik..dan tetap bisa tinggal dengan aman..

      @ Ibu Agnes : Waduuh lengkap banget komennya..terima kasiiih. Mereka hanya membutuhkan tempat tinggal, biarkan mereka tetap tinggal di tanah leluhurnya..mereka hanya menuntut itu..tak ada yang lebih

  3. antokcupu says:

    semoga di indonesia ini keadilan bener2 ditegakkan, jd tidak ada yang digusur atau tersampngkan gitu

    blogwalking

  4. Agnes Sekar says:

    Ada pemahaman yang salah kaprah dan berkembang di masyarakat , semakin majunya bangsa, budaya asli bisa terpinggirkan dengan sistem yang serba modern, Tugas kita semua menempatkan mereka pada porsinya, sehingga akan kelihatan lebih sinergi dengan masyarakat pendatang Trims Ya ?

  5. Along says:

    Salam hormat.
    Artikel yang menarik dan penuh informasi.
    Terima kasih.

  6. Hmm…Memang skrg mulai tergusur

  7. nah.. komentarku yg ini mungkin hampir sama dgn diartikel sebelumnya..

    intinnya peran pemerintah harus lebih dominan.. suku2 seperti ini masih kental dgn budaya leluhurnya,. jd sangat baik untuk dijaga dari kepunahan dan dapat melambangkan bahwa indonesia terdiri dari suku yg beraneka ragam dan berbudaya. πŸ˜‰

  8. U-marr says:

    suku kajang kayak suku baduy yah mas, ada yang di luar dan ada yang di dalam.

    tpmas suku kajang sangat kasihan sekali yah, suku ini bukannya dilindungi karna jumlah nya yang mulai sedikit tapi malah di obrak-abrik. gimana yah negara ini???

  9. Selamat pagi.salam takzim.Semoga hari ini semua narablogger yang hadir disini mendapatkan limpahan rahmatNya.Salam Yanti dan keluarga

  10. sungguh malang sekali. kejadian seperti ini tidak hanya terjadi pada suku kajang.suku lainnya pun tergusur oleh perusahaan-perusahaan berdalih modernisasi

  11. Anas says:

    Kok begini ya nasib kaum pinggiran, selalu tergusur dan tergusur. MAna perhatian pemerintah untuk mereka?? Akankah pemerintah melindungi mereka kaum pinggiran..

  12. Mr, Kem says:

    @ Along : Salam hormat juga..semoga sharing saya ini bermanfaat

    @ Adib : Iya mas..sekarang mulai tergusur

    @ Mas Zakariah : Betul mas..mereka tidak menuntut lebih kok, hanya minta mereka tetap bisa tinggal di tahan leluhurnya..yang sudah ratusan tahun ditempati.

    @ Mas U-marr : Andaikan kita bisa berbuat sesuatu,..tapi apa daya kita hanya bisa prihatin melihatnya. pemerintah sedang asyik berpolitik, tak sempat lagi negurusin yang beginian

    @ Mba Yanti : Hmm.. iya mbak, kalo ga salah di sumatera ada juga..suku anak dalam / suku kubu. Terima kasih atas doanya yach..semoga saja semua mendapatkan keberkahan..amiin

    @ mas Anas : Pemerintah lebih asyik ngurusin tender, yang tentunya mendatangkan uang untuk kantong2 pribadi..termasuk penggusuran ini, pasti mereka dapat uang yang masuk kantong..

  13. @jusiman says:

    kajang itu yerkenal denga lambusu’dan pasrah dlm mnghadapi smua ini ,,,,, mhurut sya skrng tana toa tdk gattang atau tesas sperti dulu laagi ,,,!!? Bnyak orng bisa masuk memakai alas kaki’ ammatoa dlu hnya bisa dilihat bagian perut/possi/pusatnya saja,,,tpi skrng ammatoa mungkin skrng tdk di hormati lagi,seperti skrng bisa melihat ammatoa scara langsung,menurut saya orng kajang hrus tegas dalam hal ini,klo perlu kita ambil tareka’ doti’ saja,sehingga bisa mengambil pertumpahan darah,sehingga semua perusaha’an seperti pt london tadi’ tidak macam-macam lagi, salam jusiman tu riolona kajang ,,,,!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge