Songket, seni kerajinan bernilai tinggi

Aesan Gede is traditional wedding costumes of ...
Image via Wikipedia

Halo sahabat khatulistiwa, setelah menulis artikel tentang batik kali ini saya tertarik menulis tentang songket.  Kenapa, karena selain batik masih banyak seni kerajinan kain bernilai tinggi dan salah satunya adalah Songket. Kita terbang ke Sumatera yach, dimana disana banyak pengrajin kain Songket. Saya pribadi banyak pengalaman dengan kain yang satu ini. Awal saya mengenal songket adalah ketika saya menyunting gadis Palembang yang sekarang setia menjadi pendamping hidup saya..:-). Karena adat Palembang mengharuskan memberikan selembar kain songket ke pengantin wanita. Harganya lumayan mahal loh, namanya juga cinta jadi apa aja dilakukan..Loh kok jadi curhat..hehe.. oh ya, jika sahabat khatulistiwa punya usul yang mungkin di daerahnya ada kerajinan yang perlu diangkat sebagai topik blog ini mohon kiranya bisa usul di kolom komentar, Insya Allah akan saya posting disini.

Satu lagi pengalaman saya dengan songket adalah ketika saya mencoba bisnis jualan songket di Makassar ( pindah tugas ke Makassar ). Hmm…diluar dugaan, ternyata songket banyak peminatnya tercatat waktu itu penjualan mencapai 250 lembar..hmm..lumayan. Banyak yang memadupadankan songket dengan kebaya, dan terlihat bagus loh.

Songket juga menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Songket adalah jenis kain dengan teknik tenun, yang biasanya butuh proses lama dalam pembuatannya. Untuk yang berbahan benang emas atau perak bisa memakan waktu antara satu sampai tiga bulan. Untuk songket biasa bisa dikerjakan dalam hitungan tiga hari. Karena kain songket biasanya dikerjakan oleh pengrajin dari desa, motif yang adapun mengikuti pola flora dan fauna sekitar. Motif kue lokal melayu seperti serikaya, wajik dan tepung alam yang diduga adalah favorit raja – raja jaman dahulu. Maka tak heran dahulu kain songket berbahan benang emas dan perah hanya dipakai oleh para raja atau bangsawan. Konon motif dan corak serta tingkat kerumitan disesuaikan dengan pangkat dan jabatan para bangsawan.

Kain songket mulai terkenal di Indonesia mulai abad ke-13. Dahulu kain songket hanya berbentuk kain setengah jadi, hanya dipakai sebagai selendang atau kemben. Cara pakai dibahu dengan kedua ujung menjuntai didada.  Pada perkembangannya kain songket banyak juga dipengaruhi oleh budaya luar Palembang. Kain songket Palembang di tenun dengan alat sederhana, dari bilah – bilah kayu. Bahan dasar kain songket adalah benang sutera, dan disisipi benang emas dan benang perak untuk kain songket kwalitas super. Untuk saat ini benang sutera banyak di import dari China, dengan alasan kwalitas lebih baik. Untuk benang emas juga banyak di import dari Jepang, karena makin sulit menjangkau benang emas lokal. Entah kenapa, mungkin karena harga benang lokal lebih mahal. Harga jual sekarang per lembar antara 500 rb sampai 5 juta. Yang jelas sesuai dengan kwalitas kain songket itu sendiri, sangat pantas dengan tingkat kesulitan dan kerumitan proses pengerjaannya. Suatu karya seni yang begitu bernilai.

Saat ini kain songket Palembang masih menjadi industri andalah di kota Palembang. Selain menyerap banyak tenaga kerja, songket sekarang mulai diminati masyarakat luar Palembang. Secara keseluruhan jumlah industri songket di kota Palembang sebanyak 660 unit, dengan 3.760 tenaga kerja. Hmm..bisa dibayangkan cukup membantu perekonomian kota Palembang itu sendiri. Sudah saat kain songket dikenalkan ke dunia luar, sehingga keragaman budaya di Indonesia bisa lebih dikenal oleh Dunia. Suatu kebanggaan jika dunia bisa mengakuinya, Indonesia memang layak mendapatkan itu semua. Tinggal kita, sebagai generasi muda mau atau tidak melestarikan warisan – warisan yang terhampar luas ini. Entahlah..bagaimana dengan anda?

Diambil dari berbagai sumber:wikipedia, melayuoline, kamissore.blogspot.com

Reblog this post [with Zemanta]

20 Responses to “Songket, seni kerajinan bernilai tinggi”

  1. cah ndeso says:

    alhamdulillah ya Mas. Demi sebuah cinta, apapun akan ditebus, termasuk kain songketnya itu. Dan ternyata, dengan tebusan itu justru malah menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.

    Salam sukses dari Lereng Muria 😉

    hehe..iya mas, bersyukur banget. tapi sayang, bisnisnya sekarang dah vakum..salam sukses juga dari khatulistiwa

  2. wahyu says:

    saya salut, orang-orang seperti bapak lah yang masih menghargai karya bangsa. meskipun hanya menulis, kita jadi lebih tau dan secara tidak langsung mengenalkan ulang pada orang-orang termasuk saya. terima kasih infonya pak. oh ya, gambar proses buatnya gimana ya? 🙂

    waah..berlebihan neh mas. saya sebenarnya jauh dari itu..terus terang awalnya saya kurang bangga dengan apa yang ada di negeri ini. Sampai akhirnya muncul pertanyaan besar, kenapa saya punya pemikiran seperti itu ?. saya buat blog ini untuk sarana belajar saya. belajar untuk mengenal lebih jauh Indonesia, pepatah memang benar..”tak kenal maka tak sayang”. maka lahirnya blog ini…seperti apapun saya akan mencoba bangga dengan Indonesia. Oh ya..proses buatnya ya seperti buat kain tenun biasa kok mas, gambar udah saya cari tapi ga ketemu…mau asal pasang takut kena copy right. hehe. makasih kunjungannya mas..mari sama2 kita bangga dengan Indonesia..

  3. sauskecap says:

    wah, saya belum pernah pake… tapi kalau maen ke seumatera… boleh ini buat oleh2

    hmm…direkomendasikan deh mba..bagus banget, cocok buat nambah koleksi.:-)

  4. wew.. dirumah ini ternyata penuh dengan berbagai betuk dan ciri khas dari indonesia, mengenalkan kita dengan apa sih sebenarnya indonesia.. budaya yang sangat indah dan beragam yg menjadi ciri khas indonesia.. hehe..

    salam hangat gan. terus semangat.. 😉

    Betul sekali bang…semakin kita kenal budaya kita, semakin bertambahlah kekaguman kita akan Indonesia. Bangga menjadi bagian dari Indonesia…walopun masih masih banyak yang harus dibenahi di negeri ini.

  5. Anas says:

    Insya Allah mau mas.. 😀
    Ini artikel nyindir Anas sebagai generasi muda, hehehe

    Maju sama2 ya..hehe..kalo dipikir2 kalo bukan kita siapa lagi. bukan jamannya lagi kita terus mengkritik dan mencaci negeri ini..masa iya kita lahir dan tinggal di negeri ini, terus kita jadi benalu..hehe..ayo anak muda saat nya kita berubah..( kayak spiderman aja berubah..hehe )

  6. nobhita says:

    indonesia emng kaya akan budaya


    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh
    salam blogger
    😀

    waduuh mas..maaf banget baru ngecek kotak spam neh, komengnya ketangkep om aski…

  7. Irawan says:

    Indonesia itu kaya akan kebudayaan dan kesenian, termasuk pakaian khasnya…. kayanya jadi juragan pakaian Indonesia bisa beken kalau pengelolaannya bagus…

    Sepertinya ini ide bisnis menarik mas..saya sempat merasakan kok. Cuma terkendala modal kurang…hehe

  8. Pen Lab says:

    tempat saya, sumatera barat, juga memiliki sogket yang indah2 mas…
    nice post…
    salam kenal…

    Iya mas, sumatra memang gudangnya songket…bagus2 memang mas. makasih ya udah mampir disini. Salam kenal juga

  9. annosmile says:

    semoga warisan budaya indonesia tidak jatuh ke orang yang salah..
    tertarik juga neh dengan proses pembuatannya

  10. cah ndeso says:

    berkunjung serta menyapa kembali di malam hari Mas 😀

    salam hangat, sukses dan jabat erat dari Lereng Muria untuk Mas Roni dan keluarga

    • Mr, Kem says:

      @ Cah Ndeso : Saya terima kunjungannya…salam hangat juga, anak istri sudah pada tidur..hehe

      @ annosmile : Makasih juga atas kunjungannya. Iya…semoga saja, kita dan anak cucu kita bisa melestarikan budaya kita ini.

  11. Mr.aidil says:

    gimana cara menjual songket. ada info ga kemana memasarkan songket?!!!

    # mr, Aidil : Pengalaman saya dipasarkan ke Jogja sangat bagus pak, mungkin bisa dicoba disana.

  12. Risa says:

    Halo, Mas…
    seneng sekali ketemu link ini.
    Kebetulan saya tertarik sekali berbisnis songket.
    Barangkali bisa bantu share contact di Palembang utk supply songket. Kebetulan suami sedang S2 di Unsri, tp blm dpt pengrajin yg pas. Thanks ya.

  13. Risa says:

    Halo, Mas…
    seneng sekali ketemu link ini.
    Kebetulan saya tertarik sekali berbisnis songket.
    Barangkali bisa bantu share contact di Palembang utk supply songket. Kebetulan suami sedang S2 di Unsri, tp blm dpt pengrajin yg pas. Thanks ya….

  14. I want to express thanks to you just for bailing me out of this type of matter. Right after scouting through the online world and meeting principles which were not pleasant, I was thinking my entire life was well over. Being alive minus the solutions to the difficulties you’ve solved by means of your entire posting is a critical case, as well as ones which might have in a negative way affected my entire career if I hadn’t come across the website. Your primary talents and kindness in controlling all the things was tremendous. I am not sure what I would have done if I hadn’t come upon such a subject like this. I am able to at this time look forward to my future. Thanks a lot so much for the impressive and effective help. I won’t hesitate to suggest the sites to anyone who will need guidelines about this subject.

  15. Pretty! This was an extremely wonderful post.
    Many thanks for supplying this information.

  16. Howdy! This blog post could not be written much better!
    Reading through this article reminds me of my previous roommate!
    He continually kept preaching about this. I will forward this article to him.

    Pretty sure he’ll have a great read. Many thanks for sharing!

  17. Simply wish to say your article is as amazing. The clearness in your post is just spectacular and i could assume you’re an expert on this subject. Well with your permission let me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the gratifying work.

  18. Hey There. I discovered your blog the use of msn.
    That is a very neatly written article. I will
    make sure to bookmark it and return to read extra of your helpful info.
    Thanks for the post. I’ll definitely comeback.

  19. This is a topic that is near to my heart… Take care!

    Exactly where are your contact details though?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge